Pada hari Rabu, tanggal 11 Juni 2025, telah dilaksanakan kegiatan Musyawarah Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surakarta ke-XLIII yang bertempat di Pendhapi Gedhe Sala. Kegiatan ini merupakan forum penting yang diadakan sebagai upaya untuk memperkuat visi, misi, dan langkah strategis IMM dalam menghadapi tantangan dan dinamika yang ada di lingkungan mahasiswa Muhammadiyah saat ini yang dihadiri oleh kader-kader PC IMM Kota Surakarta, PC IMM Sukoharjo, PC IMM Klaten, serta dihadiri pula oleh OPD dan Forkompimda Kota Surakarta. Adapun tema yang dibawakan pada musycab kali ini mengusung tema: “Kilau Jejak Pengabdian: Memetik Pembelajaran, Merancang Masa Depan.
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri utama yang sangat kompeten di bidangnya, yaitu Rivandy Harahap yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2024/2026 dan Abdul Afif Amrulloh yang menjabat sebagai Sekretaris Umum DPD IMM Jawa Tengah periode 2024/2026. Kedua narasumber tersebut membawakan materi yang sangat relevan dan strategis terkait penguatan gerakan mahasiswa Muhammadiyah serta peran kader IMM ke depan.

Secara singkat, materi yang dibawakan pada kegiatan tersebut menitikberatkan pada pentingnya melacak kembali sejarah dan perjalanan gerakan mahasiswa Muhammadiyah. Pemahaman terhadap sejarah ini dianggap fundamental guna memberikan pembelajaran sekaligus merancang masa depan IMM yang lebih progresif dan berdaya saing.
Rivandy Harahap menyampaikan bahwa dalam melacak gerakan mahasiswa Muhammadiyah, ada enam sub materi penting yang perlu mendapat perhatian serius. Pertama, dinamika IMM yang tidak terlepas dari hubungan dengan persyarikatan Muhammadiyah. Kedua, dalam memilih pemimpin IMM, harus dipastikan figur tersebut memiliki peran solutif yang mampu menjawab berbagai persoalan internal dan eksternal. Ketiga, perubahan zaman yang terus berkembang telah membentuk pola perkaderan baru sehingga IMM harus mampu memobilisasi seluruh persoalan tersebut secara adaptif dan inovatif. Keempat, masyarakat sebagai sasaran utama gerakan IMM harus diarahkan ke hal-hal yang lebih jelas dan terarah dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kelima, persoalan lingkungan yang saat ini menimbulkan krisis iklim harus menjadi perhatian kader IMM agar muncul kader-kader yang peka dan responsif terhadap isu lingkungan. Keenam, IMM harus konsisten dalam merawat dan melestarikan budaya sebagai identitas sekaligus sumber kekuatan dalam menghadapi perubahan global. Terakhir, perlu adanya kolaborasi yang sinergis dengan berbagai stakeholder guna mencapai tujuan bersama dengan cara yang cepat, taktis, dan efektif demi menjaga marwah IMM sebagai kaum intelektual yang progresif.
Sementara itu, materi yang disampaikan oleh Abdul Afif Amrulloh menekankan pada pentingnya memperkuat landasan ideologi IMM. Ia mengingatkan bahwa IMM memiliki ideologi yang
berakar pada nilai-nilai Islam yang tertuang dalam Al-Quran dan Hadits. Oleh karena itu, kader IMM harus senantiasa menjadikan Al-Quran dan Hadits sebagai pedoman utama dalam berperilaku, berorganisasi, dan berkontribusi di masyarakat. Kuatnya landasan ideologi ini menjadi modal utama dalam membentuk kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kokoh dalam prinsip dan akhlak.
Latar belakang diadakannya kegiatan Musyawarah Pimpinan Cabang IMM Kota Surakarta ke- XLIII ini sangat jelas, yaitu pentingnya menilik dan mempelajari kembali sejarah perjalanan IMM sebagai bagian dari pembelajaran strategis. Dengan memahami sejarah, diharapkan kader IMM mampu menarik pelajaran berharga yang dapat digunakan untuk merancang masa depan organisasi yang lebih maju dan berpengaruh di tingkat lokal maupun nasional.
Motivasi utama dalam melaksanakan kegiatan ini adalah agar seluruh kader IMM dapat melacak dan mengenal gerakan mahasiswa Muhammadiyah secara mendalam. Proses pelacakan ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah dan tujuan IMM ke depan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan agar IMM dapat hadir sebagai organisasi mahasiswa yang memberikan kontribusi nyata dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa. IMM diharapkan dapat mengabdikan ide dan gagasan yang inovatif serta strategis untuk masa depan yang lebih cerah.

Harapan dari pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Cabang ini adalah tumbuhnya kesadaran kolektif di antara seluruh kader IMM untuk semakin bersemangat dalam menjalankan amanah organisasi. Dengan pemahaman mendalam tentang sejarah dan ideologi, diharapkan kader IMM mampu memperkuat komitmen untuk selalu menjadi pelopor dalam kebaikan, penggerak perubahan sosial, dan penjaga marwah gerakan mahasiswa Muhammadiyah.
Demikian berita acara ini dibuat sebagai dokumentasi resmi atas pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Cabang IMM Kota Surakarta ke-XLIII. Semoga kegiatan ini dapat menjadi pijakan awal bagi peningkatan kualitas kader dan kemajuan IMM di masa mendatang.